Jumat, 05 Juni 2015

[006] Al An'am Ayat 047



««•»»
Surah Al An'aam 47

قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ
««•»»
qul ara-aytakum in ataakum 'adzaabu allaahi baghtatan aw jahratan hal yuhlaku illaa alqawmu alzhzhaalimuuna
««•»»
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"
««•»»
Say, ‘Tell me, should Allah’s punishment overtake you suddenly or visibly, will anyone be destroyed except the wrongdoing lot?’
««•»»

Kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari seruan rasul-rasul yang diutus kepada mereka, didatangkan azab adakalanya dengan sekonyong-konyong ada kalanya dengan tanda-tanda yang datang sebelum azab itu, ada kalanya dapat dilihat langsung dengan mata dan ada kalanya tidak dapat dilihat langsung, ada kalanya datang di waktu siang hari dan ada kalanya datang di malam hari.

Maka hendaklah orang-orang musyrik ingat bahwa yang ditimpa azab itu hanyalah orang-orang zalim dan orang-orang yang mengingkari seruan rasul, sedang orang-orang yang mengikuti seruan rasul dilindungi dan diselamatkan Allah dari azab itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah,) kepada mereka ("Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan) siang hari maupun malam hari (maka adakah yang dibinasakan Allah selain dari orang-orang yang lalim?") yakni orang-orang kafir. Atau dengan kata lain: tidak ada yang dibinasakan-Nya kecuali hanya mereka.
««•»»
Say, to them: ‘Have you considered for yourselves, if God’s chastisement were to come upon you, suddenly or openly?, at night or during the day; Would any be destroyed, except the evildoing, the unbelieving, folk?’ That is to say, none but these will be destroyed.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 46]•[AYAT 48]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
47of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=47&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:47

[006] Al An'am Ayat 046



««•»»
Surah Al An'aam 46

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
««•»»
qul ara-aytum in akhadza allaahu sam'akum wa-abshaarakum wakhatama 'alaa quluubikum man ilaahun ghayru allaahi ya/tiikum bihi unzhur kayfa nusharrifu al-aayaati tsumma hum yashdifuuna
««•»»
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).
««•»»
Say, ‘Tell me, should Allah take away your hearing and your sight and set a seal on your hearts, which god other than Allah can bring it [back] to you?’ Look, how We paraphrase the signs variously; nevertheless they turn away.
««•»»

Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada orang-orang kafir, bahwa Allah lah yang memberi manusia pendengaran, penglihatan serta memberi hati dan perasaan. Bagaimanakah seandainya Allah mengambil semua yang telah diberikan-Nya itu dari mereka. Dapatkah mereka meminta kepada tuhan-tuhan mereka atau sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah untuk mengembalikannya?.

Dengan ayat ini Allah swt membuktikan bahwa berhala-berhala, sembahan sembahan dan tuhan-tuhan selain Allah yang disembah orang-orang musyrik tidak mempunyai kekuasaan dan kesanggupan sedikitpun untuk memenuhi atau menolak permintaan orang-orang yang menyembahnya. Patung-patung dan berhala-berhala itu adalah benda-benda mati yang dibuat manusia untuk dijadikan sembahan. Yang dapat memperkenankan seruan, menolong dan melindungi mereka hanyalah Allah Yang Maha Kuasa, tidak ada yang lain. Kenapa mereka masih meminta, memuja dan minta pertolongan kepada berhala-berhala itu?

Demikianlah Allah swt mengemukakan segala macam bukti dan keterangan kepada orang-orang musyrik, yaitu dengan menjadikan sembahan-sembahan dan berhala-berhala yang mereka sembah dan mereka kenal itu sebagai dalil dan keterangan bagi kesesatan mereka tetapi mereka tetap ingkar dan tidak beriman.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah) kepada penduduk Mekah ("Terangkanlah kepadaku) beritakanlah kepadaku (jika Allah mencabut pendengaranmu) membuatmu menjadi tuli (dan penglihatanmu) membutakanmu (serta mengunci) menutup (hatimu) sehingga kamu tidak dapat mengenal sesuatu (Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?") apa-apa yang telah Dia cabut darimu sesuai dengan dugaanmu (Perhatikanlah bagaimana Kami memperlihatkan) menjelaskan (tanda-tanda kebesaran Kami) bukti-bukti yang menunjukkan kepada keesaan Kami (kemudian mereka masih tetap berpaling) tetap berpaling dari-Nya dan tidak mau beriman.
««•»»
Say, to the people of Mecca: ‘Have you considered, inform me, if God were to seize your hearing, [if] He were to make you deaf, and your sight, [if] He were to make you blind, and set, stamp, a seal upon your hearts, so that you no longer knew anything, who is the god other than God to give it back to you?’, that which He took away from you, as you [are wont to] claim? See how We dispense, [how] We make clear, the signs, the proofs of Our Oneness! Yet thereafter they are turning away, they reject them and do not believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 45]•[AYAT 47]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
46of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=46&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:46

[006] Al An'am Ayat 044



««•»»
Surah Al An'aam 44

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
««•»»
falammaa nasuu maa dzukkiruu bihi fatahnaa 'alayhim abwaaba kulli syay-in hattaa idzaa farihuu bimaa uutuu akhadznaahum baghtatan fa-idzaa hum mublisuuna
««•»»
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
««•»»
So when they forgot what they had been admonished of, We opened for them the gates of all [good] things. When they rejoiced in what they were given, We seized them suddenly, whereat, behold, they were despondent.
««•»»

Manakala orang-orang yang sesat hatinya dan telah dipalingkan setan itu melupakan peringatan-peringatan dan ancaman-ancaman Allah dan keingkaran mereka bertambah, maka Allah swt menguji mereka dengan, mendatangkan kebaikan, menambah rezeki, menyehatkan jasmani mereka, menjaga keamanan diri mereka dan membukakan pintu-pintu kesenangan, sehingga mereka lupa bahwa nikmat yang mereka terima dan rasakan itu datang dari Allah tetapi adalah semata-mata karena hasil usaha mereka sendiri, karena itu mereka bertambah sombong dan takabur, tidak bersyukur kepada Allah, bahkan nikmat itu mereka jadikan sebagai alat untuk menambah kekuasaan dan kekasaran mereka.

Bila orang-orang yang ingkar itu telah bergembira dan bersenang hati dengan nikmat yang telah diberikan Allah itu dan beranggapan bahwa yang mereka peroleh itu benar-benar merupakan hak mereka, maka Allah swt menimpakan azab kepada mereka dengan tiba-tiba, sehingga mereka berduka cita dan putus asa dari rahmat Allah.

Bersabda Rasulullah saw:
إذا رأيت الله يعطي العبد من الدنيا على معاصية ما يحب فإنما هو استدراج
Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seseorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya atas perbuatan maksiatnya. maka itu adalah suatu permulaan azab yang diberikan secara berangsur-angsur. (Kemudian Rasulullah membaca ayat ini).
(HR Ahmad Az Zuhri)

Dari ayat ini dipahami bahwa cobaan Allah kepada manusia itu ada yang berupa kesenangan dan penderitaan dan ada pula yang berupa kesenangan dan kemewahan. Orang yang beriman dan diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan biasanya mereka sabar dan tabah serta mendekatkan diri kepada Allah dan mohon pertolongan kepada-Nya. Bila mereka diberi cobaan kemewahan dan kesenangan, mereka bersyukur kepada Allah, ingat akan hak-hak orang fakir dan miskin yang ada di sekelilingnya dan menafkahkan sebagian dari harta mereka di jalan Allah. Mereka yakin bahwa kesenangan dan kemewahan yang sebenarnya dan yang kekal ialah di akhirat nanti.

Sebaliknya, bila orang-orang yang ingkar diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan, mereka putus asa dan bertambah ingkar kepada Allah. Bila mereka diberi kesenangan dan kemewahan, mereka mengatakan bahwa semua yang mereka dapat itu adalah mereka peroleh dari hasil usaha mereka sendiri, tanpa pertolongan seseorangpun.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa manusia itu pada umumnya banyak yang tabah dan sabar bila diberi cobaan penderitaan dan kesengsaraan tetapi banyak yang lupa diri dan bertambah ingkar bila diberi cobaan kesenangan dan kemewahan.

Ayat ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, bahwa segala macam yang didatangkan Allah swt. kepada mereka, baik berupa malapetaka dan penderitaan ataupun yang berupa kesenangan dan kemewahan, semua itu adalah cobaan bagi mereka, agar iman mereka bertambah kuat. Karena itu mereka harus tabah dan sabar menghadapinya.

Rasulullah saw. bersabda
عجبا لامر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خير له وان أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
Keadaan orang-orang yang beriman itu benar-benar aneh. Sesungguhnya semua keadaan yang menimpanya adalah baik baginya, tiadalah yang demikian itu terdapat pada seseorangpun. kecuali bagi orang-orang yang beriman. Jika kegembiraan menimpanya ia bersyukur, maka itu adalah baik baginya. Jika kesukaran menimpanya ia bersabar, maka yang demikian adalah baik baginya pula.
(HR Muslim dari Suhaib)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tatkala mereka melupakan) mereka mengabaikan (peringatan yang telah diberikan kepada mereka) nasihat dan ancaman yang telah diberikan kepada mereka (melaluinya) yaitu dalam bentuk kesengsaraan dan penderitaan, mereka tetap tidak mau mengambil pelajaran dan nasihat darinya (Kami bukakan) dengan dibaca takhfif dan tasydid (kepada mereka semua pintu-pintu) yakni kesenangan-kesenangan sebagai istidraj untuk mereka (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka) gembira yang diwarnai rasa sombong (Kami siksa mereka) dengan azab (dengan tiba-tiba) secara sekonyong-konyong (maka ketika itu mereka terdiam berputus-asa) mereka merasa berputus asa dari segala kebaikan.
««•»»
So, when they forgot, [when] they neglected, that whereof they were reminded, that with which they were admonished and threatened, in the way of misery and hardship; and they did not heed the admonition, We opened (read fatahnā or fattahnā) to them the gates of all things, in the way of graces, in order to draw them on by degrees, until, when they rejoiced in what they were given, a wanton rejoicing, We seized them suddenly, with chastisement, and lo! they were confounded, despairing of anything good.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 43]•[AYAT 45]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
44of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=44&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:44

[006] Al An'am Ayat 045



««•»»
Surah Al An'aam 45

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
««•»»
faquthi'a daabiru alqawmi alladziina zhalamuu waalhamdu lillaahi rabbi al'aalamiina
««•»»
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
««•»»
Thus the wrongdoing lot were rooted out, and all praise belongs to Allah, the Lord of all the worlds.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang ingkar dan mendustakan Rasul-rasul ini binasa karena diri mereka sendiri, tidak seorangpun yang luput dari azab ini. Segala puji bagi Allah yang telah menghancurkan orang-orang yang zalim itu dan yang telah melimpahkan nikmat dan karunia kepada orang-orang yang beriman.

Ayat ini menganjurkan kaum muslimin agar mengucapkan hamdalah "Alhamdu lillihi rabbil ilamin" (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), setiap mendapat nikmat, rahmat dan pertolongan Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan) sampai ke akar-akarnya sehingga habis tanpa bekas (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam) yang menolong rasul-rasul dan membinasakan orang-orang kafir.
««•»»
So the last remnant of the people who did evil was cut off, by having them annihilated. Praise be to God, Lord of the Worlds, for giving victory to the messengers and destroying the disbelievers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 44]•[AYAT 46]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
45of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=45&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:45

[006] Al An'am Ayat 043



««•»»
Surah Al An'aam 43

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
««•»»
falawlaa idz jaa-ahum ba/sunaa tadharra'uu walaakin qasat quluubuhum wazayyana lahumu alsysyaythaanu maa kaanuu ya'maluuna
««•»»
Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.
««•»»
Why did they not entreat when Our punishment overtook them! But their hearts had hardened, and Satan had made to seem decorous to them what they had been doing.
««•»»

Sebenarnya yang paling baik bagi umat-umat yang dahulu itu ialah mengikuti seruan para rasul yang diutus Allah kepada mereka, tunduk dan patuh kepada Allah swt di kala datang azab, malapetaka atau penderitaan yang ditimpakan itu, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka serta memberikan nikmat dan rahmat kepada mereka.

Akan tetapi hati mereka telah sesat dan terkunci mati, tidak dapat lagi menerima peringatan dan pelajaran apapun yang disampaikan kepada mereka. Dalam pada itu setan menanamkan ke dalam hati dan pikiran mereka rasa senang dan gembira mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan syirik, serta mendorong mereka agar selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka mengapa tidak) kenapa tidak (tatkala datang siksaan Kami kepada mereka) azab Kami (memohon kepada Allah dengan menundukkan diri) artinya mereka tidak mau melakukan hal itu, padahal yang mengharuskan mereka berbuat demikian sudah ada (bahkan hati mereka telah menjadi keras) oleh karenanya tidak mau tunduk kepada keimanan (dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan) yaitu perbuatan-perbuatan maksiat sehingga mereka terus menetapinya.
««•»»
If only, when Our might, Our punishment, came upon them, they had been humble, in other words, they were not so, even though the necessitating factor was there. But their hearts were hard, and would not yield to faith, and Satan adorned for them what they were doing, in the way of disobedient acts, and so they persisted in them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 42]•[AYAT 44]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
43of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=43&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:43

[006] Al An'am Ayat 042


««•»»
Surah Al An'aam 42

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
««•»»
walaqad arsalnaa ilaa umamin min qablika fa-akhadznaahum bialba/saa-i waaldhdharraa-i la'allahum yatadharra'uuna
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
««•»»
We have certainly sent [apostles] to nations before you, then We seized them with stress and distress so that they might entreat [Us].
««•»»

Allah swt menegaskan dalam ayat ini bahwa sebenarnya Dia telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat yang dahulu, yang menyeru manusia memeluk agama tauhid dan hanya menyembah Allah semata. Para Rasul telah menyambut kabar gembira dan peringatan Allah tetapi kebanyakan orang kafir mengingkari. Karena itu Allah swt menimpakan kepada mereka kesengsaraan, malapetaka dan permusuhan di antara mereka, agar cobaan-cobaan itu menjadi pelajaran bagi mereka, sehingga mereka bertobat dan mengikuti seruan Rasul-rasul.

Telah menjadi tabiat kebanyakan manusia, jika mereka ditimpa bahaya, kesengsaraan, maka ingat kepada Allah dan mohon pertolongan kepada-Nya. Karena dengan cobaan-cobaan itu perasaan mereka bertambah halus, budi pekertinya bertambah baik, jiwanya terlatih sehingga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, timbul ma cinta dan kasih sayang sesama manusia, ingat kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Penolong yang sebenarnya. Tetapi banyak pula di antara manusia yang tidak mempan lagi baginya segala macam cobaan penderitaan yang diberikan kepadanya, bahkan cobaan itu menambah, keingkarannya termasuk di antara mereka umat-umat yang pernah hidup di masa Nabi.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada umat-umat) min sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti (sebelum kamu) rasul-rasul, akan tetapi mereka mendustakannya (kemudian Kami siksa mereka dengan kesengsaraan) kemelaratan yang sangat (dan penderitaan) penyakit (supaya mereka tunduk merendahkan diri) merasa rendah diri lalu mereka mau beriman.
««•»»
Indeed We sent to communities before you (min qablika: min is extra), messengers, but they denied them, and We seized them with misery, abject poverty, and hardship, illness, so that they might be humble, abased, that they might believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 41]•[AYAT 43]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
42of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=42&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:42

[006] Al An'am Ayat 041

««•»»
Surah Al An'aam 41

بَل إِيّاهُ تَدعونَ فَيَكشِفُ ما تَدعونَ إِلَيهِ إِن شاءَ وَتَنسَونَ ما تُشرِكونَ
««•»»
bal iyyaahu tad'uuna fayaksyifu maa tad'uuna ilayhi in syaa-a watansawna maa tusyrikuuna
««•»»
(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdo'a kepadaNya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).
««•»»
Rather, Him you will supplicate, and He will remove that for which you supplicated Him, if He wishes, and you will forget what you ascribe [to Him] as [His] partners.’
««•»»

Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang sikap dan keadaan mereka di saat menerima cobaan berat dari Allah, mereka kembali kepada fitrahnya, ingat dan menyeru Allah Yang Maha Esa, memohon pertolongan-Nya agar dihindarkan dari cobaan-cobaan yang berat yang sedang mereka alami itu. Tetapi apabila cobaan berat itu telah terhindar dari mereka, mereka kembali mempersekutukan Allah. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menanyakan kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mempersekutukan-Nya itu, "Terangkanlah kepadaku hai orang-orang musyrik, jika datang kepadamu. azab Allah seperti yang pernah menimpa umat-umat yang dahulu, seperti serangan angin kencang, banjir besar, petir yang menyambar dari langit dan sebagainya, apakah kamu sekalian akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu juga yang kamu katakan bahwa mereka dapat menolong dan melindungimu?"

Pertanyaan itu dijawab oleh Allah, yaitu, "Tidak! Tetapi hanya Dialah yang kamu seru". Maksudnya, "Hai orang-orang musyrik, penyembah-penyembah berhala, jika kamu ditimpa azab, seperti yang pernah menimpa orang-orang dahulu, maka kamu tidak akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah untuk menghindarkan kamu dari azab itu".

Dengan pertanyaan dan jawaban di atas, seakan-akan Allah swt. melukiskan watak orang musyrik pada khususnya dan watak manusia pada umumnya yaitu manusia dalam keadaan senang tidak ingat kepada Allah swt. tetapi bila dalam keadaan kesulitan dan kesukaran mereka ingat dan menyembah Allah.

Allah swt. Berfirman:
فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ
Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan Allah.
(QS Al Ankabut [31]:65)

Dan firman Allah
وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ
Dan apabila mereka dilamun ombak yang (besar) seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.
(QS Luqman [31]:32)

Fitrah manusia yang sebenarnya ialah percaya kepada Allah Yang Maha Esa, Penguasa dan Pemilik semesta alam. Fitrah ini pada seseorang dapat berkembang dan tumbuh dengan subur dan dapat pula tertutup perkembangan dan pertumbuhannya oleh pengaruh lingkungan dan sebagainya.

Rasulullah saw bersabda:
ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه
Tidak seorangpun dari anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (mentauhidkan Allah), maka dua orang ibu-bapaknya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi
(HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

di samping pengaruh orang tua dan pengaruh lingkungan, maka pengaruh hawa nafsu dan keinginanpun dapat mempengaruhi atau menutup fitrah manusia itu. Karena itu manusia di masa senang, tidak ingat kepada Allah. Tetapi bila ditimpa kesengsaraan mereka ingat kepada Allah swt.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bahkan hanya kepada-Nyalah) tidak ada lain (kamu berseru) memohon pertolongan-Nya di masa kalian tertimpa kesulitan (maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya) Ia akan menyingkirkan mara bahaya dari dirimu dan juga lain-lainnya (jika Dia menghendaki) niscaya Ia melenyapkannya (dan kamu melupakan) kamu meninggalkan (apa-apa yang kamu sekutukan) dengan Allah yaitu berupa sesembahan-sesembahan lain-Nya, maka dari itu janganlah kamu berseru kepadanya.
««•»»
May; upon Him, and upon none other, you will call, in [times of] tribulation, and He will remove that which you call upon Him, to remove from you, such things as suffering, if He wills, to remove it, and you will forget, you will neglect, what you associate with Him, of idols and will not call them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 40]•[AYAT 42]•
•[KEMBALI]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
41of165
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=6&tAyahNo=41&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#6:41